Minggu, 28 September 2014

Bahkan untuk bermimpi pun aku tak berani...

Kadang aku berpikir, bisakah masa lalu di ulang???
Tapi aku tahu sampai kapanpun masa lalu tidak akan pernah bisa di ubah.
Sesalpun tiada berguna...


Aaah, Begitu banyak kekeliruan yang kulakukan di masa lalu, aku yang pernah pacaran masih pantaskah aku ntuk mengharap jodoh yang baik???
Aku yang masih jauh dari kata baik,

Aku tak pantas ntuk mengharapkan jodoh yang baik..

Bahkan ntuk bermimpi pun aku tak berani... :')

Sabtu, 27 September 2014

LOVE??? ^^

Love woow.., saya rasa ini bahasan menarik untuk dibahas. Karena cinta selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan.hho..
Pernahkah kalian mendengar pelaku pacaran lalu berbalik menjadi orang yang berprinsip anti pacaran sebelum menikah???
Yeah..I think thats me...dan saya juga yakin selain saya, masih banyak lagi orang-orang yang dulunya adalah pelaku pacaran lalu berbalik menjadi anti pacaran sebelum menikah.
Saya bisa dibilang baru beberapa hari memutuskan mundur dari jabatan menjadi pacar seseorang.hhe..
Lalu baru beberapa hari saya bisa dengan yakin mendeklarasikan diri saya anti pacaran sebelum menikah??yakin neng??
Saya sendiri tidak tahu bagaimana kedepannya tapi yang jelas saya sekarang berniat untuk menerapkan prinsip ini dalam hidup saya. Saya ingin memperbaiki masa depan saya dan memohon ampun atas dosa masa lalu.

Tapi perlahan.., setelah saya paham bahwa konsep pacaran itu tidak ada dalam islam, bahwa yang saya jalani ini salah. Maka sayapun mulai diterpa kegalauan yang panjang, Mau putus tapi hubungan ini sudah lama, udah mau hampir 4 tahun sayang banget kalo harus putus. lalu terjadilah putus nyambung karena ketidak yakinan. Sumpeeh plin plan bgt saya ini....
Singkat cerita menjelang hampir 5 tahun dan udah berencana mau nikah lagi, orang tua udah sama-sama ngasih lampu ijo hha lalu lintas kali ye (bener-bener galau kan kalo gini..?), trus kalian pasti bilang kenapa nggak nikah aja? simple kan? gini berhubung saya ini masih cpns alias calon pns yang belum mengikuti pra-jabatan dan dia juga sama masih cpns, orang tua kami sama-sama menyarankan untuk menikah setelah saya pra-jabatan. Mereka bilang pra-jabatan itu seperti militer nanti kalo saya isi kan susah. Intinya maksud mereka kalo udah pra-jabatan lebih tenang...saya waktu itu mikir kalo dipikir tuntutan hidup ini nggak ada habisnya ya. kalo kuliah mesti lulus kuliah dulu, udah lulus kuliah mesti dapet kerja dulu, eh udah kerja ada juga yang namanya pra-jabatan.>o<
Tapi orang tua saya hanya menyarankan, keputusan tetap ada pada kami berdua. dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan mengikuti saran orang tua. Dan saya sendiri nggak tahu pra-jabatan itu kapan.... seiring waktu berjalan saya tuh pengen banget menikah tanpa proses pacaran alias taaruf tapi saya nya masih menjadi pelaku pacaran? Apakah mungkin keinginan saya bisa terwujud? Udah jelas jawabannya NGGAK kan? saya sadar proses yang saya lalui ini salah, saya ingin memperbaiki proses ini. Bukankah menikah itu untuk mencari Ridho dan Berkah Allah (kalian kalo ketemu sama ridho dan  berkah ini bilang ya kalo saya nyariin..hhe abaikan intermezzo ini...) lalu kalo dari proses pun sudah salah apakah mungkin ridho dan berkah itu bisa didapatkan?
Hal inilah yang membuat saya mantap untuk megambil keputusan mengakhiri hubungan pacaran, saya pun mundur dari jabatan saya sebagai pacar. Saya yakin kalau memang dia jodoh saya maka suatu saat ntah bagaimana prosesnya nanti maka dia akan kembali lagi. Intinya sekarang saya menyerahkan jodoh saya sama Allah. Saya hanya ingin memfokuskan diri untuk memperbaiki diri. Jodoh itu akan didapatkan sesuai kualitas diri kita, maka kalo kita ingin mendapatkan jodoh yang baik. Fokus saja tingkatkan kualitas diri kita.

Tadinya yang saya pikir bisa nggak ya saya sehari tanpa kabar dari dia, tanpa telpon darinya alias tanpa berhubungan dengannya. ternyata Alhamdulillah sejauh ini saya baik-baik saja.., melakukan aktivitas seperti biasa juga tenang-tenang aja dan mohon doanya agar saya tidak plin plan lagi.^0^ kalo kata lagu itu sih "dan tanpamu langit masih biru, ternyata dunia tak berhenti berputar walau kau bukan milikku" hho sungguh besar kuasa Allah itu, sungguh mudah untuk Allah bisa membolak balikkan hati manusia.
Bagaimana kisah cinta saya ke depan saya pun tidak tahu.. Hanya Allah yang tahu siapa jodoh saya nanti..baik atau tidaknya tergantung dengan kualitas diri saya...^_^ Saya pun berdoa semoga Allah juga memberikan hidayahnya pada dia... terlepas siapapun jodoh saya nanti, saya hanya berdoa semoga bisa membimbing saya menuju jalan Allah..^^

So, buat kalian yang sekarang sedang dilanda kegaluan yang panjang seperti cerita saya tadi...Bismillah aja deh mantepin hati untuk memperbaiki diri. Benerin niat dan prosesnya serta memohon ampun atas dosa masa lalu kita.^^ lalu serahkan semua nya pada Allah.. lagi-lagi hal ini tidak bisa instan..bahkan mie instan pun masih butuh proses untuk dimasak. maka kita juga sama...step by step renungkan apa yang kita inginkan, perbaiki kesalahan-kesalahan yang ada jika kita menemui proses yang salah dalam hidup dan diri kita.

Yang harus saya hadapi ke depan adalah keluarga, saya tidak tahu bagaimana menjelaskan pada mereka karena sampai saat ini saya belum bercerita apapun mengenai putusnya hubungan saya. Saya hanya bisa berdoa semoga Ibu dan Ayah bisa mengerti pilihanku...
Ibu, Ayah..Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran...

Hmm...Bagaimana ya kisah saya nanti? InsyaaAllah akan saya update nanti ketika sudah bertemu jodoh saya.keke.^^

It's not a shame to be a Jomblo, Be Proud...be a JOSH (Jomblo Sampai Halal)

Jumat, 26 September 2014

Story of My Veil ^__^

My First Post..,^o^
Saya ingin berbagi cerita mengenai proses hijab saya..^^
Saya mulai memakai hijab ketika saya kelas 2 SMA.., ketika itu yang memakai hijab di sekolah saya masih sangat sedikit masih bisa dihitung pakai jari... hijab saya kala itu jauh dari kata sempurna. Kala itu tidak tahu kenapa niat saya untuk memakai hijab sangat kuat.., padahal ibu saya sempat mencegah karena beliau takut saya akan lepas pasang. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang saya konsisten dengan hijab saya walaupun masih jauh dari kata sempurna.
Zaman SMA yang saya tahu hijab itu yah yang menutup rambut, memasuki kuliah saya mulai tahu bahwa hijab itu tidak hanya menutup rambut tapi hijab yang menutup hingga ke dada pakaian longgar dan kaos kaki. Awal kuliah saya berniat untuk memperbaiki hijab saya, saya pakai hijab menutup dada pakai kaos kaki. tapi saya gagal.. karena Ibu dan Ayah saya yang melihat tampilan saya yang berubah drastis ini jadi berpikir takut kalau saya ikut aliran aneh. Saya akhirnya runtuh mendengar kata aliran ini. Saya balik lagi ke hijab saya sebagaimana biasanya pakai jins, hijab pendek ikut arus fashion. hmm saya sadar perubahan saya tidak dibarengi dengan pemahaman saya dan sayapun tenggelam dan terlena hingga mendekat akhir semester perkuliahan. Mendekat akhir kuliah saya mulai mencoba lagi. Oooh Allah terima kasih telah mengirim sahabat yang baik kepadaku. Dewi, Fori, Yin mereka tetap bersahabat denganku mesti diantara kami berempat hanya aku sendiri yang belum berhijab syar'i tapi sungguh mereka tidak pernah sedikitpun menyinggung penampilanku. Mereka punya pesona tersendiri dan hal itulah yang menyadarkanku. Aku mulai membandingkan teman-temanku yang berhijab syar'i dengan teman-temanku yang belum berhijab syar'i, aku melihat mereka tampil apa adanya meskipun jilbab mereka menutup dada tanpa lilitan sana sini pakai rok tapi justru mereka tetap cantik dan anggun dengan apa adanya. justru saya melihat yang pakai jins rambut terurair atau hijab lilit sana sini tidak melihat keanggunan itu. Perlahan saya mulai memanjangkan hijab saya hingga menutup dada saya mulai meninggalkan jins saya dan saya beralih ke rok. Membaca buku mbak Oki Setiana Dewi semakin menguatkan niat saya untuk berubah lebih baik^^ Thanks to Mbak Oki bukunya sangat menginspirasi ^^. Alhamdulillah keluarga saya sekarang terbiasa dengan penampilan saya sekarang walaupun ada beberapa yang masih nyeletuk mengatakan saya toyyiba. :) padahal toyyiba itu setahu saya cowok semua.hehe
Hanya saja kaos kaki yang masih belum bisa terapkan secara konsisten. Mohon doanya ya semoga saya bisa secara konsisten menerapkan kaos kaki^^
Sekarang jika saya mengingat bagaimana tampilan saya dulu, saya hanya tak habis pikir bagaimana saya bisa selama itu untuk membiarkan diri saya dalam kekeliruan. Saya hanya bisa memohon ampun kepada Allah, semoga Allah memaafkan dosa masa laluku dan terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan pada hamba untuk memperbaiki diri. InsyaaAllah kedepan saya akan terus berusaha untuk memperbaiki diri^_^ Aamiin...

Hijab syar'i memang tidak mudah, tapi bukankah semua memang butuh proses?^^ nikmati proses itu kelak jika berhasil kau merasakan kebahagiaan tersendiri serta rasa syukur yang tak terhingga. Trust Me!^^